SMA Karya Budi Cileunyi

Jl. Raya Tagog Cimekar No.28 - Bandung

Go Green Go Clean and Be Smart

Study Tour Candi Cangkuang dan Kampung Naga

Minggu, 22 April 2018 ~ Oleh Ginanjar Restu U. ~ Dilihat 115 Kali

Kampung Naga yang terletak di Kecamatan Salawu, Tasikmalaya dan Kampung Pulo, Leles, Garut menjadi lokasi tempat kunjungan Study Tour SMA Karya Budi Cileunyi. Kamis, 19 April 2018, sebanyak 3 Bis peserta, Guru dan Staf Kependidikan berangkat menuju lokasi tersebut. Kampung Naga dengan luas kawasan sekitar 1,5 hektar ini berada di lembah. Lahan di sini dimanfaatkan untuk permukiman dan pertanian, serta hutan. Salah satu keunikan kampung adat ini adalah selain tidak ada listrik, semua bahan-bahan bangunan terbuat dari bambu dan kayu, sedangkan atap terbuat dari daun nipah, ijuk atau alang-alang. Tanaman yang digunakan sebagai bahan pembuatan rumah antara lain sengon, surian, bambu, tepus, dan tanaman berkayu lainnya. Rumah-rumah terletak berhadap-hadapan memanjang arah barat-timur. Untuk obat, masyarakat Kampung Naga tidak menanamnya secara khusus, namun memanfaatkan tumbuhan yang ada disekitar perkampungan.

Pada umumnya, masayarakat Kampung Naga mempunyai mata pencaharian sebagai petani, berternak ikan, dan pengrajin bambu. Masyarakat Kampung Naga memiliki kebiasaan bergotong royong. Sebagai contoh pada saat membuat rumah, setiap orang memiliki perannya masing-masing.

Kampung adat lainnya yang dikunjungi adalah Kampung Pulo yang terletak di sekitar komplek Candi Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Kampung Pulo dan Candi Cangkuang berada di sebuah pulau kecil yang memiliki bentuk memanjang dari Barat ke Timur dengan luas 16,5 hektar. Ciri khas Kampung Pulo antara lain hanya memiliki enam bangunan rumah dan satu mesjid. Tidak seperti Kampung Naga, Kampung Pulo termasuk kampung adat yang cukup mengikuti arus modernisasi.

Namun, tetap ada larangan yang dipertahankan oleh masyarakat Kampung Pulo, yaitu: Hari Rabu merupakan hari untuk menggali ilmu Islam, sehingga dilarang melakukan aktivitas lain, Bentuk atap rumah harus memanjang dengan bentuk prisma dan yang mewarisi rumah adalah anak perempuan; Tidak boleh memukul gong besar; Tidak memelihara ternak besar berkaki empat. Nama cangkuang sendiri merupakan nama tanaman Pandanus furcatus yang digunakan untuk obat tradisional antara lain sebagai obat pencahar. Setelah kuliah lapangan ini diharapkan mahasiswa lebih menghargai berbagai kearifan lokal di masyarakat yang merupakan salah satu jati diri bangsa Indonesia.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar meningkatkan pengetahuan kita khususnya para siswa/i terhadap sejarah dan cara masyarakat tradisional melakukan aktivitas yang di lakukannya sehari-hari, mengetahui situs peninggalan bersejarah dan kebudayaan masyarakat tradisional, untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita terhadap sesuatu yang belum kita ketahui mengenai objek-objek peninggalan bersejarah dan kebudayaan masyarakat yang telah mereka lakukan secara turun-temurun.

Berita

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Dra. Hj. Erna Irawati, M.MPd.

Kepala Sekolah

Baca Sambutan

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana tampilan Website SMA Karya Budi yang baru?

LIHAT HASIL